Hidup ibarat air yang mengalir, yang telah terlewati takkan terulang kembali

Sabtu, 15 Oktober 2011

Oh,,,PURNAMA


Malam mulai larut,
Purnama tersenyum dari balik dedaunan nan asri
Gemuruh angin di celah tenda seperti serangkaian ketukan lembut jantungmu menembus dada. Kupeluk kamu sayang, kau mengunciku dengan himpitan rindu tanpa tara.
Rerumputan mengaduh lembut di bawah keringat baramu.
Kita pun menjerit tawa,,,,
senyap hanyalah tanda koma saat purnama tersenyum dari cakrawala.
Ketika ia persembahkan malam untuk kita berdua saja.
Dengarlah applause serangga senja, panggung temaram menyala keemasan.
Sebuah pekik kagum, seperti selalu bisik bisikku pada anggunmu.
Purnama memancar riang di kedua matamu.
Senyum menggantung indah tepat di atas dagumu.
Wajahmu menyemburkan cahaya Bulan di atas savana.
Aku menjelma rusa, dengan tanduk bercabang doa doa kupanjatkan.
Senyummu melambung di angkasa.
Bulumatamu sebaris ilalang yang terbakar.
Mengurungku dalam pijar, melalap seluruh tatapan, pikiran dan imajinasiku.
Rangkum sejuta makna ke dalam satu tanda.
Tatap penuh kenang dan perlambang setumpuk album kenangan bersampulkan rindu.

by MM'11

Tidak ada komentar: